Minggu, 12 Mei 2013

TEORI GAGNE DAN KELLER



KONDISI BELAJAR ROBERT GAGNE
Keterampilan, apresiasi, dan penalaran manusia dengan semua variasinya, dan juga harapan, aspirasi, sikap, dan nilai-nilai manusia, umumnya diakui bahwa perkembangannya sebagian besar bergantung pada peristiwa yang disebut dengan belajar.
Tiga prinsip dari pembelajaran efektif yang disebutkan oleh Gagne dalam analisis tugas latihan adalah : a) memberikan pembelajaran mengenai seperangkat tugas-tugas komponen yang diarahkan untuk membangun tugas final; b) memastikan bahwa setiap tugas komponen dikuasai; dan c) sekuensi tugas komponen untuk memastikan transfer yang optimal ke tugas final.
Faktor yang dapat memberikan perbedaan dalam pembelajaran : Pertama, analisisnya tentang kegiatan belajar manusia membawanya ke identifikasi lima domain atau keragaman hasil belajar yang berbeda-beda yang merepresentasikan rentang prestasi manusia. Kedua, dia mengidentifikasi keadaan internal dan langkah pemprosesan informasi yang diperlukan untuk belajar di dalam domain atau kategori itu, dan Ketiga, persyaratan untuk pembelajaran yang mendukung belajar. Tarakhir, pedoman untuk mendesain pembelajaran juga memuat riteria seleksi media.

Keunikan Hakikat Belajar Manusia
Elemen penting dalam analisis Gagne adalah kaitan belajar dengan perkembangan, kompleksitas belajar pada manusia, dan maslah khusus dengan pandangan-pandangan sebelumnya.
Defenisi Belajar
Menurut Gagne, tidak ada defenisi belajar yang memadai karena belajar bukan merupakan proses tunggal. Oleh karena itu, tugas teori belajar adalah mengidentifikasikan seperangkat prinsip yang : (a) mengakomodasi baik itu kompleksitas maupun variasi belajar manusia, dan (b) mengeneralisasikan ke semua situasi yang beragam dan situasi dimana belajar tertentu. Namun Gagne juga berpendapat bahwa jika ingin mendeskripsikan tentang belajar manusia yang memadai harus berlaku disetiap aktivitas manusia diberagam latar dan situasi dimana belajar itu terjadi. Juga, belajar menghasilkan disposisi yang dipertahankan yang dibuktikan oleh kinerja tertentu.
Komponen belajar
Gagne mempunyai kerangka untuk belajar yang didalam kerangka tersebut mempunyai 3 komponen diantaranya : a. system untuk menjelaskan diversitas kapabilitas manusia; b. proses pemerolehan kapabilitas; dan c langkah-langkah dalam pembelajaran yang mendukung setiap langkah dalam belajar.
Lima ragam belajar menurut Gagne : informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik/gerak dan sikap. Kondisi belajar menurut Gagne yaitu kondisi belajar internal dan eksternal. hasil belajar itu ada 5, yang masuk hasil belajar kognitif menurut Gagne  ada tiga macam adalah informasi verbal, keterampilan intelektual, dan strategi kognitif. Sedangkan motorik dan sikap adalah hasil belajar yang lain.
Sembilan tahapan belajar :
Deskripsi
Tahapan
Fungsi
Persiapan Belajar





1.      Memerhatikan
2.      Harapan
3.      Pengambilan kembali (informasi yang relevan dan/ atau keterampilan) untuk dibawa ke ingatan kerja
Memberikan peringatan bagi pemelajar terhadap adanya stimulus
Mengorientasikan pemelajar pada tujuan belajar
Memberi ingatan tentang kapabillitas yang diperlukan
Akuisisi dan kinerja





4.      Persepsi selektif terhadap ciri stimulus
5.      Pengkodean Semantik
6.      Pengambilan kembali dan renspons
7.      Penguatan
Memungkinkan penyimpanan stimulus penting secara temporer didalam ingatan kerja
Transfer ciri stimulus dan informasi terkait ke dalam ingatan jangka panjang
Mengembalikan informasi yang tersimpan ke penggerak respons individual dan mengaktifkan respons
Mengkonfirmasian harapan pemelajar tentang tujuan belajar
Transfer Belajar



8.      Pengambilan petunjuk
9.      Kemampuan generalisasi


Memberikan petunuk tambahan untuk pengingatan kapabilitas di waktu mendatang
Memperkaya transfer belajar ke situasi baru

Hakikat belajar yang kompleks menurut Gagne ada dua yaitu Prosedur dan Hierarki Belajar.

Prinsip Pembelajaran
Asumsi Gagne tentang pembelajaran di kelas mencakup sifat dari pembelajaran dan proses yang disebut sebagai desain pembelajaran.
Inti dari kegiatan pembelajaran adalah menyajikan cirri-ci stimulis,memberikan pedoman belajar,memunculkan kinerja,dan memberikan tanggapan dan umpan balik.

Merancang Pembelajaran Untuk Keterampilan Yang Kompleks
Menurut gagne rancangan pembelajaran untuk keterampilan yang kompleks menyajikan peristiwa pembelajaran untuk urutan keterampilan yang ada dalam prosedur dan hirarki belajar.

Isu Pokok Dalam Merancangan Pembelajaran
Identifikasi kapabilitas yang akan dipelajari,analisis tugas atas tujuan,pemilihan peristiwa pembelajaran yang cocok.

Kelemahan dari Teori Gagne
Dalam teori  gagne ia mengembangkan teori kondisi belajar untuk menjelaskan berbagai macam proses psikologis yang terlihat didalam riset tentang belajar sebelumnya dan untuk menspesifikasikan dengan tepat urutan kegiatan pembelajaran untuk proses-proses yang teridentifikasi.

TEORI MOTIVASI KELLER
Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, Keller (1983) telah menyusun seperangkat prinsip–prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yang disebut sebagai modelARCS. Guru sering berasumsi bahwa motivasi belajar siswa merupakan masalah siswa itu sendiri dan siswalah yang bertanggungjawab untuk mengusahakan agar mempunyai motivasi yang tinggi. Namun sebenarnya guru dapat berusaha untuk menetapkan prinsip– prinsip motivasi dalam proses dan cara mengajar, untuk merangsang, meningkatkan dan memelihara motivasi siswa dalam belajar. ARCS model dapat membantu guru untuk melakukan hal tersebut.
Ada empat kategori kondisi motivasional yang harus diperhatikan oleh guru dalam usaha menghasilkan pembelajaran yang menarik, bermakna dan memberikan tantangan bagi siswa. Keempat kondisi motivasional tersebut dijelaskan sebagai berikut: perhatian, relevansi, kepercayaan diri dan kepuasan.
1.      Perhatian (attention)
Perhatian siswa muncul didorong rasa ingin tahu. Oleh sebab itu rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan, sehingga siswa akan memberikan perhatian, dan perhatian tersebut terpelihara selama pembelajaran, bahkan lebih lama lagi. Rasa ingin tahu ini dapat dirangsang atau dipancing melalui elemen-elemen yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada kontradiktif atau kompleks. Apabila elemen–elemen seperti ini dimasukan dalam rencana pembelajaran, hal ini dapat menstimulir rasa ingin tahu siswa. Namun perlu diperhatikan agar stimulus tersebut digunakan tidak berlebihan, akibatnya stimulus menjadi hal yang biasa dan efektifitasnya hilang. Strategi untuk merangsang minat dan perhatian siswa:
a.       Gunakan metode penyampaian pembelajaran yang bervariasi (ceramah, kelompok diskusi, bermain peran, simulasi, curah pendapat, demonstrasi, studi kasus dan lain–lain).
b.      Gunakan media (multimedia interaktif, power point, film, video dan sebagainya).
c.       Bila dirasa tepat gunakan humor dalam presentasi pembelajaran.
d.      Gunakan peristiwa nyata, anekdot dan contoh–contoh untuk memperjelas konsep.
e.       Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan siswa.

2.      Relevansi (relevance)
Relevansi menunjukan adanya hubungan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Motivasi siswa akan terpelihara apabila mereka menganggap apa yang dipelajari memenuhi kebutuhan pribadi atau bermanfaat atau sesuai dengan nilai yang dipegang. Kebutuhan pribadi (basic needs) dikelompokan ke dalam 3 kategori yaitu motif pribadi, motif instrumental dan motif kultural. Yang pertama nilai motif pribadi (personal motive value) mencakup 3 hal:
a.       Kebutuhan untuk berprestasi
b.      Kebutuhan untuk memiliki kuasa
c.       Kebutuhan untuk berafilisasi
Yang kedua adalah nilai yang bersifat instrumental, di mana keberhasilan dalam mengerjakan suatu tugas dianggap sebagai langkah untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut.
Ketiga, nilai kultural, apabila tujuan yang ingin dicapai konsisten atau sesuai dengan nilai yang dipegang oleh kelompok yang diacu siswa, seperti orang tua, teman dan sebagainya. Strategi untuk menunjukan relevansi pembelajaran:
a.       Sampaikan kepada siswa apa yang akan mereka lakukan setelah mempelajari materi pembelajaran. Ini berarti guru harus menjelaskan tujuan pembelajaran atau indikator pembelajaran yang ingin dicapai.
b.      Jelaskan manfaat pengetahuan atau ketrampilan yang akan dipelajari dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam pekerjaan nanti.
c.       Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan kondisi siswa atau profesitertentu.

3.      Kepercayaan diri (confidence)
Merasa diri kompeten atau mampu,merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan lingkungan. Bandura (1977) mengembangkan lebih lanjut konsep tersebut dengan mengajukan konsep self-efficacy. Konsep tersebut berhubungan dengan keyakinan pribadi bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan.
Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan menigkatnya harapan untuk berhasil. Harapan ini sering dipengaruhi oleh pengalaman sukses dimasa yang lampau. Dengan demikian ada hubungan spiral antara pengalaman sukses dan motivasi. Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yang membawa keberhasilan (prestasi), dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas berikutnya.
Strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri:
a.       Meningkatkan harapan siswa untuk berhasil dengan memperbanyak pengalaman berhasil siswa, misalnya dengan mendesain pembelajaran agar dengan mudah dipahami, diurutkan dari materi yang mudah ke yang sukar. Dengan demikian siswa merasa mengalami keberhasilan sejak awal pembelajaran.
b.      Organisasikan pembelajaran ke dalam bagian–bagian yang lebih kecil, sehingga siswa tidak dituntut untuk mempelajari terlalu banyak konsep baru sekaligus.
c.       Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menggunakan menyatakan persyaratan untuk berhasil. Hal ini dapat dilakukan dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria tes atau ujian pada awal pembelajaran. Hal tersebut akan membantu siswa mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa yang diharapkan.
d.      Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menggunakan strategi yang memungkinkan kontrol keberhasilan ditangan siswa sendiri. Kontrak belajar (learning contract) merupakan hal yang harus dilakukan oleh guru dengan siswa. Kontrak belajar hendaknya dengan jelas mencantumkan strategi pembelajaran dan kriteria untuk menentukan berhasil atau tidaknya siswa.
e.       Tumbuh kembangkan kepercayaan diri siswa dengan mengatakan ”Sepertinya kamu telah memahami konsep ini dengan baik”, serta menyebut kelemahan siswa sebagai ”hal –hal yang masih perlu dikembangkan”.
f.       Berikan umpan balik yang konstruktif selama pembelajaran agar siswa mengetahui tingkat pemahaman dan prestasi belajar mereka sejauh ini.

4.      Kepuasan (satisfaction)
Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan dan siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri siswa. Sebagai contoh, dalam kelas Komunikasi, siswa diuji kemampuanya berpidato. Setelah selesai berpidato, siswa merasa puas dan lega karena ternyata dia tidak pingsan seperti yang dikhawatirkanya. Tetapi beberapa saat kemudian konsekuensi dari luar (dari guru) membuatnya merasa malu dan kecewa. Guru mengatakan dia nampak tegang, suaranya hampir tidak terdengar dan jelas kelihatan tidak berlatih sebelumnya. Dalam hal ini terjadi konflik dalam diri siswa tersebut dan membuat kepuasaannya hilang.
Peran guru sangat penting dalam menumbuhkan kepuasan belajar siswa. Untuk meningkatkan dan memelihara motivasi siswa guru dapat menggunakan pemberian penguatan (reinforcement) barupa pujian, pemberian kesempatan, dan sebagainya. Strategi untuk meningkatkan kepuasan:
a.        Gunakan pujian secara verbal dan umpan balik yang informatif, bukan ancaman atau sejenisnya.
b.      Berikan kesempatan kepada siswa untuk segera menggunakan atau mempraktikkan pengetahuan yang baru dipelajari.
c.       Minta kepada siswa yang telah menguasai suatu keterampilan atau pengetahuan untuk membantu teman-temannya yang belum berhasil.
d.      Bandingkan prestasi siswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu atau dengan suatu standar tertentu, bukan dengan siswa lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar